PENGGANTI ALTERNATIF KEMOTERAPI MENURUT DOKTER 


Dalam menemukan terapi pengganti kemoterapi, Eropa bepuluh-puluh tahun lebih maju dibandingkan dengan Amerika Serikat. Begitu juga dengan di Kanada, Mexico, Tibet, India, Korea, Vietnam, dan  China.  

Dokter Robert Lee menulis tentang pengganti kemoterapi di Eropa (halaman 15), dari buku What Your Doctor May Not Tell You About Breast Cancer, sbb:

Tulisan asli

There are some chemotherapy-like approaches to fighting metastatic cancer, including inducing a high fever for a number of days  and insulin potentiation therapy, that hold much promise with less damage done to the body. They are much more widely used in Europe than the United States. They may never be widely available in the United States, because there’s no patent medicine to sell.  Europe is decades ahead of the U.S. in its approach to treating cancer.  (P. 15)

Terjemahan

Ada beberapa pendekatan yang mirip dengan kemoterapi untuk memerangi penyebaran kanker, termasuk tehnik meninggikan suhu tubuh untuk beberapa hari dan terapi penguatan insulin  yang menjanjikan dengan sedikit potensi kerusakan yang dapat ditimbulkan di dalam tubuh. Pendekatan-pendekatan ini lebih banyak digunakan di Eropa dibandingkan dengan di Amerika Serikat. Pendekatan-pendekatan ini tidak akan tersedia banyak di Amerika Serikat karena mereka tidak menjual obat-obatan yang dipatenkan. Eropa berpuluh-puluh  tahun lebih maju dibandingkan dengan Amerika Serikat di dalam pendekatan terhadap penanganan kanker. (Halaman 15)


KESAMAAN METODE

Spanaturo dengan empat metode terapi terpadunya selama bertahun-tahun telah mengembangkan dan menjalankan pendekatan-pendekatan alami organik naturopati yang salah satunya mirip dengan metode Eropa ini dengan cara menggabungkan beberapa teknik yang berbeda atas pertimbangan bahwa sel-sel kanker adalah lebih panas dibandingkan dengan sel-sel yang sehat. Oleh karena itu kami menggabungkan berbagai tehnik terapi alami untuk meciptakan suhu tubuh di atas suhu sel-sel kanker sehingga sel-sel kanker tersebut dapat digoreng mati. 

Pendekatan-pendekatan alami organik naturopati tersebut adalah:

  1. Memanfaatkan sinar matahari yang tersedia dengan banyak di Indonesia. Secara tetap kami meminta pasien untuk berjemur di bawah sinar matahari pagi sambil melakukan olah pernafasan untuk mengimbangi panas dari luar.

  2. Menggunakan teknik seni pernafasan untuk menciptakan panas dari dalam tubuh dengan cara mengatur jarak retensi pernafasan.

  3. Penggunaan simplisia herba bahan-bahan organik yang disusun berdasarkan peta penyakit yang memandang tubuh penderita kanker dan penyakitnya secara keseluruhan.  Bahan-bahan tersebut diekstrak dengan sistem perebusan sendiri, lalu diminum sesuai petunjuk. Kombinasi berbagai bahan herba organik akan menimbulkan rasa panas di dalam tubuh, rasa panas yang berada di atas suhu normal tubuh. Rasa panas ini mengalir melalui pembuluh darah di seluruh tubuh penderita kanker,  tetapi di tempat-tempat yang diduga terdapat infeksi sel, suhu tubuh akan lebih tinggi dan terasa seperti digunting dari dalam. Penciptaan suhu tubuh ini dilakukan secara rutin 4x sehari dalam interval 4 jam dengan dasar pertimbangan bahwa sel-sel kanker membelah diri sekali setiap 10 jam.

  4. Penggunaan bahan-bahan herba simplisia organik yang mengandung transporter gula sebagai pengguatan insulin yang diproduksi oleh tubuh sehingga gula dan lemak yang menumpuk di dalam tubuh penderita kanker  dapat dirubah menjadi energi. Untuk tujuan ini kami tidak menggunakan insulin sintetis.

  5. Disamping itu ramuan juga memberikan effek yang baik terhadap percepatan proses pengeluaran ekses  hormon estrogen dari dalam tubuh wanita yang diduga bekerja dengan cara melakukan penguatan sistem p450 pada organ hati.

  6. Ramuan juga memperkuat ginjal sehingga ginjal dan hati  dapat bekerja secara bersama-sama untuk mencapai hasil maksimal di dalam  menjaga keseimbangan gula tubuh, dan hormon. 

  7. Ramuan juga memperkuat ovarium pada wanita sehingga ovarium dapat menjaga keseimbangan produksi hormon kewanitaannya.      

Tehnik meninggikan suhu tubuh di atas suhu sel-sel kanker ini tidak bekerja sendiri melainkan bekerja secara bersama-sama dengan pendekatan-pendekatan  pendukung lainnya  guna menaungi semua kebutuhan penderita kanker secara keseluruhan.  Pendekatan-pendekatan tersebut adalah:

  1. Psikologi kesehatan dan agama 
    Ini merupakan pendekatan terpadu dari sisi religioneuroimmunologi untuk membangun keserasian antara pikiran dengan tubuh, langkah awal untuk menuju sehat.

  2. Makanan sehat dan menyehatkan 
    Ini merupakan pendekatan berdasarkan pada ilmu nutrisi dan keamanan pangan dengan berpegang teguh pada dasar-dasar makanan halal sehat supaya tidak menambah jumlah toksin di dalam tubuh, dan menjadikan makanan sehat sebagai pendukung percepatan proses pemulihan kanker.

  3. Pola hidup 
    Ini merupakan pendekatan untuk memperbaiki pola hidup penderita kanker, dan mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekatnya yang juga melakukan perubahan pola hidup yang sama.


DISCLAIMER

Tulisan tentang kesehatan payudara ini merupakan pengalaman pribadi pendiri Rass & Spanaturo baik sebagai istri yang pernah menderita tumor jinak payudara dan infeksi ovarium kronis mau pun sebagai suami yang pernah mengalami masa-masa berat di dalam mencari solusi yang tepat guna mencegah tumor jinak berubah menjadi kanker payudara yang dapat saja  terjadi sewaktu-waktu jika semua penanganan medis gagal, dan bayangan hitam tentang kanker ganas, dan berbagai tindakan medik lanjutan yang perlu kami tempuh beserta segala resikonya. Sedangkan ilmu kedokteran tentang payudara berasal dari buku-buku kedokteran dan semua buku tersebut tersimpan dengan baik di perpustakaan Rass & Spanaturo.   Dan solusi mengatasi penyakit-penyakit payudara merupakan penemuan-penemuan kami sendiri yang telah melalui perjalanan panjang  yang dibangun berdasarkan ilmu pengetahuan dalam berbagai bidang.  Keberhasilan ini dapat membuat Rass & Spanaturo menjadi teman berdiskusi, bukan untuk dipertentangkan dengan kedokteran medik allopati.

Konsultasi: silahkan hubungi kami