EFFEK BIOPSI, OPERASI, DAN RADIASI KANKER PAYUDARA


Susu mamalia, dan khusunya payudara wanita mempunyai struktur dan fungsi yang unik yang berhubungan dengan bagaimana payudara memberikan respon terhadap perubahan hormon dan juga terhadap toksin yang terakumulasi di dalam jaringan payudara.  Misalnya kehamilan bersifat protektif terhadap perkembangan kanker payudara karena perubahan-perubahan tertentu di dalam jaringan payudara selama kehamilan, dan menggunakan pil KB di Bawah usia 20 tahun meningkatkan resiko kanker payudara karena faktor-faktor perkembangan di dalam jaringan payudara yang dihalangi secara permanen oleh hormon sistetis di dalam pil KB.

Jaringan payudara terdiri dari lobul-lobul yang memproduksi susu, dan duktus yang membawa susu tersebut ke puting payudara. Seluruh jaringan tersebut dipenuhi oleh lemak 1/3 bagian, jaringan penghubung, pembuluh darah, dan urat syaraf. Duktus cendrung terpusat di bagian depan, dan lobul cendrung lebih terkonsentrasi di bagian belakang dan di bagian pinggir hingga ke bawah ketiak.  Meskipun terdapat otot di bawah, tetapi otot satu-satunya di dalam payudara merupakan otot-otot kecil di dalam areola, dan di sekeliling puting. Melihat struktur jaringan payudara yang penuh rongga dan lemak seperti  ini, maka berbagai tindakan medik konvensioanal terhadap kanker payudara dapat memberikan resiko berarti terhadap payudara itu sendiri yang mempengaruhi derajat kesehatan wanita secara keseluruhan.

BIOPSI DAN OPERASI 

Biopsi merupakan tindakan medik untuk mengambil contoh jaringan payudara untuk diteliti di laboratorium. Biopsi dapat dialakukan dengan mengunakan jarum, atau pisau operasi. Sedangkan operasi adalah tindakan medik untuk mengangkat benjolan atau mengangkat payudara semuanya. Kedua tindakan ini akan menimbulkan luka pada jaringan payudara. Dengan sifat jaringan payudara yang berbeda dengan sebagian besar jaringan  tubuh lainnya maka luka ini akan memancing respon hormonal  sehingga dapat terjadi perubahan pada kondisi jaringan payudara tersebut.  Dengan didukung oleh faktor-faktor lainnya seperti makanan yang tidak sehat dan faktor psikologis maka luka ini dapat berkembang menjadi kanker payudara.

Jaringan payudara sangat berbeda dengan jaringan di dalam perut seperti rahim dan indung telur.  Jaringan payudara terdiri dari kombinasi berbagai hal-hal yang sangat rentan. Oleh karena itu akibat luka yang terjadi pada payudara  berbeda dengan akibat luka yang terjadi pada rahim dan indung telur. Akibat dari biopsi dan operasi ini kami sering temukan di dalam praktek konsultasi kami seperti bekas biopi yang tidak sembuh-sembuh sehingga berkembang menjadi kanker payudara dengan luka menganga, dan luka bekas operasi yang sembuh hanya di luar tetapi tidak sembuh di dalam sehingga payudara pecah dan membusuk.

RADIASI 

Radiasi adalah tindakan medik dengan menggunakan sinar tingkat tinggi untuk membakar sel-sel kanker di tumor payudara.  Radiasi menargetkan sel-sel tertentu di payudara, dan untuk menjangkau sasaran maka banyak sel-sel payudara yang juga akan ikut dirusak sehingga sel-sel yang rusak tersebut akan mengganti sel-sel kanker yang dibunuh dengan sinar tinggi.

Dokter Lee menulis bebarapa akibat radiasi yangdapat terjadi pada penderita kanker payudara seperti:

  1. Menambah jumlah radikal bebas di dalam tubuh wanita
  2. Merusak mitokondria sel (sel-sel p450), yang merupakan mesin utama metabolisme sel yang bekerja secara bebas di dalam sel-sel hati dengan tanggung jawab merubah makanan menjadi unit-unit energi Adenosine Triposphate (ATP). Jika fungsi mitokondria terganggu, makanan yang seharusnya dirubah menjadi energi dirubah menjadi lemak untuk disimpan, tidak dirubah menjadi energi. Kondisi ini akan membuat  kanker payudara  mendapat pasokan makanan yang banyak dari penumpukan lemak yang tidak bisa diubah menjadi energi. 
  3. Dalam jangka pendek memang radiasi dapat membantu tetapi dalam jangka panjang justru akan memperburuk kanker payudara.

Di dalam pengalaman kami, kami sering menerima penderita kanker payudara yang telah menjalani operasi lumpektomi yang diikuti dengan radiasi, dan kemoterapi, tetapi kami menemukan data-data laboratorik yang sangat mengagetkan, seperti:

  1. Kanker payudaranya sudah bersih, tetapi hasil CEA nya jauh di atas normal.
  2. Pasien menderita banyak lobul-lobul di paru-paru dengan kondisi batuk-batuk dan sesak nafas
  3. Detakan jantung lemah dengan masalah hematologi berat seperti WBC tinggi, dan Hb rendah. 

KEMOTERAPI 

Kemoterapi adalah salah satu tindakan medik yang menggunakan beragam jenis obat-obatan untuk dimasukkan lewat pemnuluh darah guna meracun sel-sel kanker. Dokter Lee menulis tentang kemoterapi di dalam buku yang sama pada halaman  14-15, yang telah kami terjemahkan.

Adalah sulit sekarang untuk membuat generalisasi tentang kemoterapi karena ada banyak jenis kemoterapi, sebagian besar kemoterapi tersebut dipelajari dengan sangat jelek (extremely poor studied): wanita yang setuju untuk mencoba kemoterapi-kemoterapi baru merupakan kelinci percobaan untuk satu jenis penanganan tersebut dengan catatan perjalanan (track record)  yang jelek. Seperti sebagian besar aspek-aspek lain pada industri kanker, ada sedikit kesepakatan tentang apa yang merupakan kemoterapi itu. Kita akan membuat generalisasi bahwa kemoterapi adalah suatu upaya untuk meracuni tubuh yang hanya merupakan sebagai salah satu bentuk kematian sebelum seluruh tubuh dibunuh. Sebagian besar kemoterapi tidak berhasil. Ada beberapa kemoterapi yang menargetkan bagian-bagian tertentu dari proses kanker, tetapi tidak satu pun yang telah terbukti benar-benar effektif di dalam menghentikan keseluruhan proses.

Beberapa kemoterapi betul dapat memperpanjang usia beberapa bulan, tetapi secara umum harga tinggi yang harus ditanggung sebagai akibat dari effek sampingnya yang merusak,  dan jika wanita betul beruntung dan hidup dengan kanker tersebut, tubuhnya rusak secara permanen; tingkat kekambuhan tinggi. Pemanfaatan kemoterapi  benar-benar sia-sia, dan kita tidak berpikir bahwa kemoterapi itu bermanfaat. Kadang-kadang bisa jalan, dan kadang-kadang tidak, dan kadang-kadang kemoterapi memperburuk keadaan. Sangat sedikit yang kita tahu mengapa bisa jalan dan mengapa tidak, dan kelihatannya jauh lebih cerdas untuk menemukan terapi  pengganti dengan track record yang baik yang akan mendukung tubuh anda untuk melawan kanker dan meningkatkan kesehatan.

Ada beberapa pendekatan yang mirip dengan kemoterapi untuk memerangi penyebaran kanker, termasuk dengan tehnik meninggikan suhu tubuh untuk beberapa hari  dan terapi penguatan insulin  yang menjanjikan dengan sedikit potensi kerusakan yang dapat ditimbulkan di dalam tubuh. Pendekatan-pendekatan ini lebih banyak digunakan di negara-negara Eropa dibandingkan dengan di Amerika Serikat. Pendekatan-pendekatan ini tidak akan tersedia banyak di Amerika Serikat karena mereka tidak menjual obat-obatan yang dipatenkan. Eropa berpuluh-puluh  tahun lebih maju dibandingkan dengan Amerika Serikat di dalam pendekatan terhadap penanganan kanker.

Lynne Eldridge, M.D., di dalam situs online beliau www.about.com menjelaskan tentang effek samping kemoterapi, bagian penanganan kanker secara medik konvensional yang paling menakutkan. Efek samping tersebut adalah:

1.     Efek segera yang dapat dirasakan adalah detakan jantung melemah

2.     Kelelahan berat

3.     Kehilangan rambut kepala

4.     Mual-mual dan muntah-muntah

5.     Sariawan

6.     Perubahan pada kulit

7.     Kerusakan jantung

8.     Kerusakan terhadap sumsum tulang

Sumsum tulang bertanggung jawab untuk memproduksi bibit-bibit darah merah dan darah putih sehingga jika terjadi kerusakan maka penderita kanker payudara tidak hanya menderita kanker payudara tetapi juga menderita penyakit-penyakit berat lainnya yang berhubungan dengan hematologi darah karena telah terjadi kegagalan tubuh di dalam memproduksi darahnya sendiri sehingga tindakan penyelamatan melalui tranfusi darah rutin perlu dilakukan ketika HB darah sedikit. Penyakit-penyakit berat tersebut antara lain anemia atau jumlah sel-sel darah merah sedikit, neutropenia yaitu jumlah sel-sel darah putih sedikit,  trombocytopenia atau jumlah platelet rendah, dan leukemia atau kanker darah. 


JIKA TIDAK DITANGANI OLEH DOKTER MEDIK DENGAN RADIASI DAN KEMOTERAPI

Pelayanan kesehatan terhadap kanker dan juga penyakit-penyakit lain dapat ditangani oleh dokter-dokter dengan gelar akademik yang berbeda. Di Amerika Serikat, China, Kanada, dan di beberapa negara, gelar dokter dapat dalam bentuk:

  1. M.D. atau Medical Doctor atau dokter medik seperti gelar dokter di Indonesia (Paul Miskovitz, M.D. misalnya)
  2. N.D. atau Naturopath Doctor atau dokter naturopati  (Hulda Regehr Clark, Ph.D, N.D. misalnya)
  3. D.C.  atau Doctor of Chiropractic atau dokter chiropractic (John O.A. Pagano, M.D. Internist, D.C. misalnya).
  4. Dokter Oriental (DOM)
  5. Dokter Ayurveda

Gelar-gelar ini ditentukan oleh jenis fakultas kedokteran yang mereka pilih waktu menempuh pendidikan. Di beberapa negara di dunia, kanker  payudara dan kanker-kanker lainnya dapat ditangani oleh dokter medik, dokter naturopati, atau dokter-dokter lain. Jika seorang penderita kanker kanker belum sanggup menerima effek radiasi dan kemoterapi yang dilakukan oleh dokter medik, maka ada baiknya menempuh penanganan medik bersama dokter-dokter lain. Namun sayang keberadaan doker naturopati dan dokter chiropractic belum banyak di Indonesia.

PENANGANAN OLEH HERBALIS NATUROPATI

Untuk menutupi celah tidak tersedianya pelayanan dokter naturopati dan dokter chiropractic di tempat kita, maka Pelayanan Kami Spanaturo dapat dijadikan pertimbangan. Penanganan yang kami berikan adalah dalam bentuk perawatan terpadu secara mandiri dengan menggunakan pendekatan-pendekatan organik naturopati yang dikembangkan  berdasarkan ilmu pengetahuan moderen dalam bidang anatomi manusia, anatomi penyakit, nutrisi dan keamanan pangan, psikologi, dan ilmu farmakologi tumbuh-tumbuhan. Metode dan formula-formula ramuan telah terbukti effektif membantu penderita kanker payudara dan keluarga.

Sumber tulisan:
Dari berbagai sumber yang dapat dilihat di dalam Daftar Pustaka